Archive for October, 2007

saliva

October 21, 2007

cuih..!..!..!

setetes saliva

you : ‘hallooo… sayang’


me : ‘ya halo juga, ada apa?’


you : ‘ ih kok galak seh’


me: ‘kenapa emangnya?’


you: ‘iiihhh…nyebelin dech. Eh kenapa weekend kemaren gak dateng?’


me : ‘ sibuk’


you : ‘kok ga ngasi tau kalo mo gak dateng. sibuk apaan sech?’


me: ‘yey udah dibilang sibuk’


you:’ ya udah deh kalo sibuk. n gak mau ngasi tau sekarang. aku brusaha ngertiin. eh lagi apa cayang…?’


me: ‘ sibuk’


you: ‘tuch kan, please deh. aku jadi ngerasa bersalah neh? ada apa sih…?’


me:’ ga pa pa kok’


you ‘ bener neh ga pa pa?’


me: ‘ummm…apa apa seh’


you: ‘bilang aja kalo ada apa-apa’


me:’ ok . boleh aku jujur ke kamu?’


you:’iiihhh… pake nanya. ya tentu aja boleh cayang..’


me :’ soal kenapa aku gak dateng’


you:’ iyaaa…sebenernya aku kangeeen bangeeet ama cayang. kenapa seh gak dateng?’


me:’ aku juga kangen’


you:’makasiiihh…trus kenapa gak datang kalo gitu?’


me:’ tubuhmu…’


you:’ tubuhku kenapa sayang?’


me:’ so sexy…’


you:’ hihihihihihi…cayang gak suka kalo aku punya tubuh sexy?’


me:’ suka’


you:’ trus?…’


me: ‘ aku mau … kamu untuk lebih rapih’


you:’ aku kurang rapih ya? rapih gimana?’


me:’ bukan. kamu rapih kok. modis seksi wangi.cantik’


you:’ aduh cayang paling bisa deh bikin aku terbang…’


me:’ mau kan lebih sopan’


you:’ cayang kok ngomongnya muter-muter seh…ade’nya jadi bingung neh…’


me:’ kamu mau janji?. demi aku, demi kamu’


you:’ kita udah sepakat untuk saling memberi yang terbaik satu sama lain’


me:’ oke. sebenernya aku lagi sulit konsentrasi’


you:’ konsentrasi???’


me:’ iya, apalagi kalo lagi ngobrol ama kamu’


you:’ini lagi muji ato lagi apa neh?’


me:’aku ereksi liat tubuh kamu yang seksi n kurang tertutup itu. itu yang bikin aku susah konsentrasi pas lagi ngobol ama kamu dan setelah itu aku suka ngbayangin kamu terus.’ ‘hallo…are you listening?’


you:’…..ehh…emmm… iya…i am ‘


me:’ boleh gak kalo aku mau kamu lebih nutup tubuh kamu’


you: ‘ cayang…boleh gak aku ngomong’


me:’silahkan’


you:’ aku masih suka tampil begini, dan secara mental belom siap untuk …’


me:’untuk apa?’


you:’ lebih nutup tubuh’… ‘temen-temen aku banyak kok yang kayak aku. dan juga gak sedikit aku denger cerita kalo yang nutup itu much better dari aku walau ada juga yang brengsek!’


me:’ aku berusaha ngerti. aku juga minta kamu ngerti’


you: ‘ngerti apa cayang?…’


me:’aku akan makin jarang ketemu kamu’


you:’ loh kok gitu seh…udah gak sayang ama ade’nya ya?’…’hiks’


me:’justru karena aku makin sayang ama kamu’ ‘aku juga belom siap n yakin bisa ngontrol diri, bawa diri ketika dihadapan kamu. aku masih ereksi. aku gak mau terjadi hal yang belum waktunya kita lakuin’ ‘ade’ bisa ngerti kan’


you :’ummm….’


me:’ kita sepakat tuk saling memberi yang terbaik satu sama lain. kamu beri aku waktu tuk ngertiin kamu. dan aku kasih kamu waktu buat nyerna apa yang aku bilang.’ ‘ aku sayang kamu’


you:’ade juga sayang banget….ama cayang’


me:’udah dulu ya…masih banyak yang kudu aku kerjain neh’ ‘dah ade’….’aku sayang banget dan lagi makin sayang ama ade’…’ ‘ makasih ya …’


you:’ade juga sayang…’ ‘daaaahhh….’

fake!

October 21, 2007

fake plastic tree

Bzzz…brzrt…geliat Alcatel menyenandungkan sebuah ringtone yang teramat familiar di telingaku. ” I need u 2nite, met me at HYATT “, dari singkatnya ‘pecakapan’ intonasi nada bicaramu implisit kutangkap bahwa saat ini kamu benar-benar membutuhkanku pun sebuah ‘it’s an order soldier!!!’ . Sontak bak terhipnotis, sebuah chain reaction efek domino, kuangkat pantat tuk segera berangkat angkat kaki tuk segera pergi. Kushutdown Sony Vaio.

Psst…sstt…menghambur beberapa semprot chanel no.5 hinggap di tengkuk dan mengitari beberapa bagian tubuhku lainnya. Setelah mematut diri sesaat di depan cermin, segera kuraih sekerumunan kunci etc di atas meja. Lorong dan elevator terasa makin panjang seolah tak berujung di ujung kesabaranku yang kian menipis dikikis ketergesaan manis berbalut rindu tabu. Kuhela Yaris yang membawaku menjauhi apartemen.

Mmm…mmm gumam Yaris seolah tak ingin usik hening dingin malam ini. Kubelai lembut tuas persneling sesekali sembari mencari keriuhan dari radio tuk temani membelah kelam. Setengah erat kumainkan kemudi berusaha tenang dalam kelajuan cukup cepat untuk dalam kota. Tak kuhiraukan ada apa ada siapa saja sepanjang pejalananku tuk jumpamu.Senandung manis the Corrs temani ku ….‘Hopelessly Addicted”….

666…nomor kamar yang kutuju setelah kuparkir Yaris dan seuntai senyum kulemparkan di resepsionis.Lorong dan elevator terasa makin panjang seolah tak berujung di ujung kesabaranku yang kian menipis dikikis ketergesaan manis berbalut rindu tabu. Kupacu langkahku adrenalinku tepicu kian mendekat pada hasrat nan mkat.

Mmpphhh…mmppphh kau sumbat lumat lezat bibirku dengan bibirmu. Sedikit terhenyak aku saat tercium aroma alkohol menghambur dari nafasmu yang makin memburu. Selintas ekor mataku melirik sesloki kosong tergeletak berdampingan seserak lime yang tehisap di sebelah botol Tequila yg tak lagi penuh. Kurasakan sisa bulir garam saat tangan kita erat saling meremas. Liar tangan kita (aku padamu, kamu padaku) menjelajahi lekuk tubuh. Riuh lenguh.. deras nafas.. buncah desah..dalam cengkeraman egolibido meronta tuk terpuaskan…

… … tubuh kita seolah ingin saling merangsek dan merasuk…dalam gumulan …hanya lelehan keringat membatasi kulit kita dalam tarian jilatan lidah api neraka…tenggelam dalam kubangan dosa …

orgasm…

thanks… you are ‘wonderful’…

layu sorot mata sebuah sosok diujung kamar…
layu tatap mata the fake plastic tree…

tetes hidup

October 21, 2007

setetes kehidupan

demi zat yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah, dimulailah sebuah perjalanan setetes darah. Saat jarum suntik menembus sang pembuluh bergerombol tetes darah menyerbu labu kantung. mengalir bahkan lebih deras dari derai air mata. slamat jalan, semoga di tiap tetesmu berarti sebuah harapan hidup baru bagi manusia yang membutuhkanmu.

selamat pagi sobat…

October 21, 2007

bulan bintang tugu sukarno

di keheningan udara dingin subuh ini, sebilah bulan sabit nampak letih lalui malam meski tanpa kelambu mendung namun meremangkan bulu kuduk. berkerling malumalu sekeping bintang tengah bercengkrama dengan sang bulan sabit. menaungi gugusan pegunungan , berasik maksuk sang bulan sabit dan bintang bersandar di kokoh tangkuban perahu.

entah sampai kapan sang bulan sabit mampu bertahan temani sang bintang. ketika tubuhnya mengering menyisakan sebilah sabit yang kian tipis yang akhirnya mati. tak ada kesedihan di kerling sang bintang, sang bintang percaya bahwa sang rembulan kan kembali tuk temaninya bahkan menjelma dalam keanggunan purnama.

mereka harus pergi kala sang surya kian meninggi. sang raja siang pemberi kehangatan pada bumi. dan pagi ini terasa tak sedingin kemarin…hangat

selamat pagi sobat…

21 Apr 2006, 08:58 PM

October 21, 2007

saat senja tiba bergerombol penat kerumuni belulang bersalut otot lelah, kejenuhan menari-nari mengitari benak,mengkristal garam peluh di lekang kulit.
membuncah kerinduan akan kesejukan, ketenangan, keteduhan, ketenangan, kehangatan, tempat berbagi…
aku pulang…

kamu lah rumah itu

21 Apr 2006, 08:53 AM

October 21, 2007

dan kubuka kisah hari ini dengan…

senyuman

bismillah

tawakaltu ‘ala allah

la haula wa la quwata

illa billahi

“ketika” tuhan ke”sepi”an

October 21, 2007

Pada suatu “ketika” tuhan ke”sepi”an. Dalam ke”sendiri”annya tuhan menciptakan ide untuk membuat sesuatu yang lalu bisa disebut sebagai “ciptaan tuhan” (ingat lagu pelangi?).Lalu mulailah tuhan berkreasi.Detailnya?, banyak versi asal mula alam semesta.Tuhan lalu berfikir mau diapaain nih setelah diciptakan.Ide baru muncul, dibuatlah sebuah skenario. Maka alam semesta dijadikan sebagai setting dan diciptakanlah pemain/aktor yang disebut manusia.Dalam pelaksanaanya ternyata setting pun mendapatkan perannya.

Sebagai ciptaan tuhan, pada manusia terkandung divine properties atau “sifat-sifat ketuhanan”.Mohon cermati hal seperti like father like son,copy right, sidik jari pada kasus kriminal, dan sejenisnya. Unsur “khalik” -the creator-origin tidak bisa lepas dari “makhluk”-the creation-produk-turunan.Ke”maha”an-dominansi-superiority dimiliki juga oleh setiap ciptaan tuhan.Tentunya sebagaimana makhluk lainnya, manusia masih dibatasi oleh waktu dan atau ruang.Cermati persamaan matematis dapat diturunkan(dicari turunannya) terhadap waktu (t) dan ruang-posisi (x).Keadaan n>1 (atau sesuatu berjumlah lebih dari satu )melahirkan konsekwensi perbandingan berupa tingkat keadaan lebih atau paling (ter-).Tingkat keadaan paling (ter-) mutlak memiliki ke”lebih”an.Maka dilakukanlah sebuah mekanisme untuk menentukan siapakah yang paling (ter-) diantara ciptaan tuhan. Tuhan menawarkan-menanyakan pada tiap ciptaannya.Langit-gunung-bahkan malaikat yang sempat menyangsikan rencana keterciptaan dan kredibilitas manusia pun menyatakan ketidakmampuan memegang posisi paling (ter-). Manusialah yang pada akhirnya menjadi paling (ter-) sebagai “khalifah”-pemimpin-organizer-administrator bagi ciptaan tuhan lainnya.Akal menjadi sebuah kelebihan manusia sebagai yang paling (ter-) diantara ciptaan tuhan lainnya.

Adam sebagai manusia pertama (?), setelah melewati sebuah skenario “pengusiran”,diutuslah ke sebuah bagian kecil alam semesta bernama bumi.Teringat akan pengalaman kesepian dan kesendirian,plus egoisme sebagai tuhan-bahwa hanya yang bergelar tuhan saja yang mampu mengatasi semua “sendirian”, tuhan menciptakan rekan-partner bagi adam yaitu hawa.Secara geometris dan simbolis, “terciptalah hawa dari rusuk adam”, rusuk berada di tengah -(dekat) pusat massa sebagai suatu titik yang menarik dalam perhitungan benda berbentuk kompleks seperti manusia. Tidak diatas untuk terlalu disanjung, tidak pula dibawah untuk ditekan. Rusuk juga berfungsi melindungi organ “lunak-lemah” seperti liver-hati.Bentuk rusuk yang “bengkok” akan tetap bengkok jika dibiarkan bengkok, namun akan “patah” jika “dipaksakan” untuk “lurus” menyimbolkan bahwa sebaiknya adam memperlakukan hawa dengan hati-hati agar tidak “bengkok”dan tidak pula “patah”.

Mari cermati [revisi-metamorfosis-evolusi-revolusi-save the best for the last]-[nilai A-B-C-D-E, kelas 1-2-3].Muncul pertanyaan menggelitik,mengapa hawa diciptakan “setelah”adam. Penciptaan hawa setelah adam apakah bisa dipandang sebagai revisi-metamorfosis adam.Atau justru hawa bernilai B sedangkan adam bernilai A.

senggama dosa

October 21, 2007

Sisa letih kusenggama dosa malam

Entahlah…Ssshhh…Arghhh… Belenggu keambiguan yang tak pernah tercerna otakku Mencengkram makin kuat saat logikaku semakin kuat meronta Tak peduli seberapa kuat rontaan itu mencoba uraikan keruwetan sang waktu yang congkak Jiwa keringku meronta mengapai-gapai berlalunya sang waktu yang anggun Memandang kosong di tiap ayunan pendulum Termangu menunggu kembalinya sang surya ke peraduan di kaki lazuardi Tersayat sayat jarum jam di tiap detaknya Menyerpihkan kerapuhan dalam debu berterbangan Kembali syaraf otakku tercekat mengejang Masih termangu ditinggal kelebatan sayap sang waktu yang pecahkan kaca jendela hari Menggenggam kosong kehampaan yang sunyi Taburan waktu menghambur iringi kepergianmu Hunjamkan berbilah kenangan tanpa mampu kuelakkan koyakku menjadi sayatan terkeping Tinggalkan goresan dalam ingatan berbalut sang waktu Tetes demi tetes kesan lumuri dahaganya jiwa Berpercik percik kenangan baluri sekujur hati Biarkan sanubari terkulai lumpuh Mencengkeram makin kuat rontaan egoku Yang meraung dalam gelinjangan mencoba lepas dari belenggumu Anganku mencoba rasukimu melompat ke saat sang badai hempaskan kita Tenggelamku dalam relung kekosongan Tersekap pekat gulita tanpa cahayamu mampu terangiku Bahkan saat kuterdampar berbalut pasir dan garam Mengakutkan luka kronisku yang makin menganga Mencandu lembut kasih sayangmu pengobat laraku yang pernah kokohkan bahuku tegarkan langkahku Ouch…neuronku pun meledak Blarrr… sisakan kelam nan kian mkat

jancuk…solatku nGgak khusyuk

October 20, 2007

kepada sebatang pohon kelapa

kalapa kalapa kalapa sebuah suara lantang keluar dari kotak besi warna hijau angkot dago-kalapa. Di siang hari yang tidak terik segera ku naik bukan karena buru-buru panik hanya saja menunggu lama bukanlah hal yang asik. Baru satu kakiku kuayun naik ke pintu, mataku langsung disuguhi sesuatu berupa clavage belahan gundukan susu, yuhuuu. Buru buru kuputar bola mataku minggat dari sembulan itu, bukan gak doyan cuman lagi bosan aja ama yang begituan. Kadang segan berbalut malu entahlah ku tak tahu padahal si empunya susu malah terkesan bangga melebarkan belahan dada terbuka dan meninggikan belahan paha. bandung oh bandung tekurung gunung, mojang yang juga pendatang sering bikin duduk gak tenang deg degan sport jantung.
cepat kadang tersendat lambat, mampet mepet mepet dalam macet, empat roda berpacu bersama dengus mesin menderu di kepul asap berterbangan dengan debu debu detik detik berlalu hingga sampailah di tempat yang di tuju.
Nomat bukan nomad bukan pula tomat nomat adalah nomat singkatan untuk nonton hemat. hari senin bukan jumat berjubel cepat cepat pada nomat. keparat rame amat kerumunan padat antri panjang nan padat cuman bikin penat mending ku minggat pindah tempat. Katanya ada pelem hebat diangkat dari nopel barat buat otak udang bisa bikin puyeng penat karena emang berat. Aduh kok aku dari tadi mengeluh misuh misuh rusuh cuman bikin suasana makin keruh dan lusuh. Terkadang tidak senang siang-siang melenggang sendiri tanpa seseorang yang tersayang. Mau senang jadi berang tegang cari mood malah ilang cuma kenyang disuguhi tubuh setengah telanjang nan jalang. Gak mau berpanjang-panjang lama-lama kejang-kejang, balik kanan bubar jalan, pulang.
segar air wudu asar, berjamaat lepas penat dalam solat. anganku melayang terbang….
titik titik gemuruh gerimis terdengar seperti deburan ombak. berlari loncat-loncat berjalan gontai di pantai pasir entah apalah warnanya. berteriak teriak sampe serak pada gulungan ombak ombak di samudera amat luas tak berbatas. fyuh capek lelah letih makin perih pedih hingga lirih. ku jumpa sebatang pohon kelapa sendiri sepi sebatang kara memandang luas samudera. kami pun saling bicara. hahahaha cuma orang gila yang bicara pada pohon kelapa. dari gesekan lembaran nyiur jujur ia bertutur:

remuk hatiku di perang bimbang berkecamuk
kala benci dan cinta berebut takhta suntuk mahsyuk
keduanya sama sama maha daya
ombang ambing ayun ayun lemas ku tak berdaya

hingga sang karang berteriak lantang garang
kokoh menantang deburan ombak badai
tenang lah tenang
berdua kita damai

dan aku memilih tuk mencinta daripada membenci
mencinta kala benci menghalangi tak kenal kata henti

…..

jancuk…solatku nGgak khusyuk

goresan yang tak akan terkelupas

October 20, 2007

ketika kau tak ada, masih tajam seru ringtone itu
pekat pepohonan lebat tetap sepertimu semburat
nafas langit pun dalam dan jingga senja,
hanya aku yang menjelma kata, mendidih,menafsirkanmu

kau mungkin jalan menikung-nikung itu yang menjulur dari mimpi,
yang kini mesti kutempuh, sebelum sampai di ujung belantara
sungguh tiadakah setitik cahaya penuntun temaram senja rimba?

Kalau tak ada di antara jati tua perkasa disana
Kepada Siapa mesti kucari jejak nafasmu?
Magrib begitu deras, ada yang terhempas
Tapi ada goresan yang tak akan terkelupas