goresan yang tak akan terkelupas
ketika kau tak ada, masih tajam seru ringtone itu
pekat pepohonan lebat tetap sepertimu semburat
nafas langit pun dalam dan jingga senja,
hanya aku yang menjelma kata, mendidih,menafsirkanmu
kau mungkin jalan menikung-nikung itu yang menjulur dari mimpi,
yang kini mesti kutempuh, sebelum sampai di ujung belantara
sungguh tiadakah setitik cahaya penuntun temaram senja rimba?
Kalau tak ada di antara jati tua perkasa disana
Kepada Siapa mesti kucari jejak nafasmu?
Magrib begitu deras, ada yang terhempas
Tapi ada goresan yang tak akan terkelupas