jancuk…solatku nGgak khusyuk
kepada sebatang pohon kelapa
kalapa kalapa kalapa sebuah suara lantang keluar dari kotak besi warna hijau angkot dago-kalapa. Di siang hari yang tidak terik segera ku naik bukan karena buru-buru panik hanya saja menunggu lama bukanlah hal yang asik. Baru satu kakiku kuayun naik ke pintu, mataku langsung disuguhi sesuatu berupa clavage belahan gundukan susu, yuhuuu. Buru buru kuputar bola mataku minggat dari sembulan itu, bukan gak doyan cuman lagi bosan aja ama yang begituan. Kadang segan berbalut malu entahlah ku tak tahu padahal si empunya susu malah terkesan bangga melebarkan belahan dada terbuka dan meninggikan belahan paha. bandung oh bandung tekurung gunung, mojang yang juga pendatang sering bikin duduk gak tenang deg degan sport jantung.
cepat kadang tersendat lambat, mampet mepet mepet dalam macet, empat roda berpacu bersama dengus mesin menderu di kepul asap berterbangan dengan debu debu detik detik berlalu hingga sampailah di tempat yang di tuju.
Nomat bukan nomad bukan pula tomat nomat adalah nomat singkatan untuk nonton hemat. hari senin bukan jumat berjubel cepat cepat pada nomat. keparat rame amat kerumunan padat antri panjang nan padat cuman bikin penat mending ku minggat pindah tempat. Katanya ada pelem hebat diangkat dari nopel barat buat otak udang bisa bikin puyeng penat karena emang berat. Aduh kok aku dari tadi mengeluh misuh misuh rusuh cuman bikin suasana makin keruh dan lusuh. Terkadang tidak senang siang-siang melenggang sendiri tanpa seseorang yang tersayang. Mau senang jadi berang tegang cari mood malah ilang cuma kenyang disuguhi tubuh setengah telanjang nan jalang. Gak mau berpanjang-panjang lama-lama kejang-kejang, balik kanan bubar jalan, pulang.
segar air wudu asar, berjamaat lepas penat dalam solat. anganku melayang terbang….
titik titik gemuruh gerimis terdengar seperti deburan ombak. berlari loncat-loncat berjalan gontai di pantai pasir entah apalah warnanya. berteriak teriak sampe serak pada gulungan ombak ombak di samudera amat luas tak berbatas. fyuh capek lelah letih makin perih pedih hingga lirih. ku jumpa sebatang pohon kelapa sendiri sepi sebatang kara memandang luas samudera. kami pun saling bicara. hahahaha cuma orang gila yang bicara pada pohon kelapa. dari gesekan lembaran nyiur jujur ia bertutur:
remuk hatiku di perang bimbang berkecamuk
kala benci dan cinta berebut takhta suntuk mahsyuk
keduanya sama sama maha daya
ombang ambing ayun ayun lemas ku tak berdaya
hingga sang karang berteriak lantang garang
kokoh menantang deburan ombak badai
tenang lah tenang
berdua kita damai
dan aku memilih tuk mencinta daripada membenci
mencinta kala benci menghalangi tak kenal kata henti
…..
jancuk…solatku nGgak khusyuk