fake!

fake plastic tree

Bzzz…brzrt…geliat Alcatel menyenandungkan sebuah ringtone yang teramat familiar di telingaku. ” I need u 2nite, met me at HYATT “, dari singkatnya ‘pecakapan’ intonasi nada bicaramu implisit kutangkap bahwa saat ini kamu benar-benar membutuhkanku pun sebuah ‘it’s an order soldier!!!’ . Sontak bak terhipnotis, sebuah chain reaction efek domino, kuangkat pantat tuk segera berangkat angkat kaki tuk segera pergi. Kushutdown Sony Vaio.

Psst…sstt…menghambur beberapa semprot chanel no.5 hinggap di tengkuk dan mengitari beberapa bagian tubuhku lainnya. Setelah mematut diri sesaat di depan cermin, segera kuraih sekerumunan kunci etc di atas meja. Lorong dan elevator terasa makin panjang seolah tak berujung di ujung kesabaranku yang kian menipis dikikis ketergesaan manis berbalut rindu tabu. Kuhela Yaris yang membawaku menjauhi apartemen.

Mmm…mmm gumam Yaris seolah tak ingin usik hening dingin malam ini. Kubelai lembut tuas persneling sesekali sembari mencari keriuhan dari radio tuk temani membelah kelam. Setengah erat kumainkan kemudi berusaha tenang dalam kelajuan cukup cepat untuk dalam kota. Tak kuhiraukan ada apa ada siapa saja sepanjang pejalananku tuk jumpamu.Senandung manis the Corrs temani ku ….‘Hopelessly Addicted”….

666…nomor kamar yang kutuju setelah kuparkir Yaris dan seuntai senyum kulemparkan di resepsionis.Lorong dan elevator terasa makin panjang seolah tak berujung di ujung kesabaranku yang kian menipis dikikis ketergesaan manis berbalut rindu tabu. Kupacu langkahku adrenalinku tepicu kian mendekat pada hasrat nan mkat.

Mmpphhh…mmppphh kau sumbat lumat lezat bibirku dengan bibirmu. Sedikit terhenyak aku saat tercium aroma alkohol menghambur dari nafasmu yang makin memburu. Selintas ekor mataku melirik sesloki kosong tergeletak berdampingan seserak lime yang tehisap di sebelah botol Tequila yg tak lagi penuh. Kurasakan sisa bulir garam saat tangan kita erat saling meremas. Liar tangan kita (aku padamu, kamu padaku) menjelajahi lekuk tubuh. Riuh lenguh.. deras nafas.. buncah desah..dalam cengkeraman egolibido meronta tuk terpuaskan…

… … tubuh kita seolah ingin saling merangsek dan merasuk…dalam gumulan …hanya lelehan keringat membatasi kulit kita dalam tarian jilatan lidah api neraka…tenggelam dalam kubangan dosa …

orgasm…

thanks… you are ‘wonderful’…

layu sorot mata sebuah sosok diujung kamar…
layu tatap mata the fake plastic tree…

Leave a Reply