“ketika” tuhan ke”sepi”an

Pada suatu “ketika” tuhan ke”sepi”an. Dalam ke”sendiri”annya tuhan menciptakan ide untuk membuat sesuatu yang lalu bisa disebut sebagai “ciptaan tuhan” (ingat lagu pelangi?).Lalu mulailah tuhan berkreasi.Detailnya?, banyak versi asal mula alam semesta.Tuhan lalu berfikir mau diapaain nih setelah diciptakan.Ide baru muncul, dibuatlah sebuah skenario. Maka alam semesta dijadikan sebagai setting dan diciptakanlah pemain/aktor yang disebut manusia.Dalam pelaksanaanya ternyata setting pun mendapatkan perannya.

Sebagai ciptaan tuhan, pada manusia terkandung divine properties atau “sifat-sifat ketuhanan”.Mohon cermati hal seperti like father like son,copy right, sidik jari pada kasus kriminal, dan sejenisnya. Unsur “khalik” -the creator-origin tidak bisa lepas dari “makhluk”-the creation-produk-turunan.Ke”maha”an-dominansi-superiority dimiliki juga oleh setiap ciptaan tuhan.Tentunya sebagaimana makhluk lainnya, manusia masih dibatasi oleh waktu dan atau ruang.Cermati persamaan matematis dapat diturunkan(dicari turunannya) terhadap waktu (t) dan ruang-posisi (x).Keadaan n>1 (atau sesuatu berjumlah lebih dari satu )melahirkan konsekwensi perbandingan berupa tingkat keadaan lebih atau paling (ter-).Tingkat keadaan paling (ter-) mutlak memiliki ke”lebih”an.Maka dilakukanlah sebuah mekanisme untuk menentukan siapakah yang paling (ter-) diantara ciptaan tuhan. Tuhan menawarkan-menanyakan pada tiap ciptaannya.Langit-gunung-bahkan malaikat yang sempat menyangsikan rencana keterciptaan dan kredibilitas manusia pun menyatakan ketidakmampuan memegang posisi paling (ter-). Manusialah yang pada akhirnya menjadi paling (ter-) sebagai “khalifah”-pemimpin-organizer-administrator bagi ciptaan tuhan lainnya.Akal menjadi sebuah kelebihan manusia sebagai yang paling (ter-) diantara ciptaan tuhan lainnya.

Adam sebagai manusia pertama (?), setelah melewati sebuah skenario “pengusiran”,diutuslah ke sebuah bagian kecil alam semesta bernama bumi.Teringat akan pengalaman kesepian dan kesendirian,plus egoisme sebagai tuhan-bahwa hanya yang bergelar tuhan saja yang mampu mengatasi semua “sendirian”, tuhan menciptakan rekan-partner bagi adam yaitu hawa.Secara geometris dan simbolis, “terciptalah hawa dari rusuk adam”, rusuk berada di tengah -(dekat) pusat massa sebagai suatu titik yang menarik dalam perhitungan benda berbentuk kompleks seperti manusia. Tidak diatas untuk terlalu disanjung, tidak pula dibawah untuk ditekan. Rusuk juga berfungsi melindungi organ “lunak-lemah” seperti liver-hati.Bentuk rusuk yang “bengkok” akan tetap bengkok jika dibiarkan bengkok, namun akan “patah” jika “dipaksakan” untuk “lurus” menyimbolkan bahwa sebaiknya adam memperlakukan hawa dengan hati-hati agar tidak “bengkok”dan tidak pula “patah”.

Mari cermati [revisi-metamorfosis-evolusi-revolusi-save the best for the last]-[nilai A-B-C-D-E, kelas 1-2-3].Muncul pertanyaan menggelitik,mengapa hawa diciptakan “setelah”adam. Penciptaan hawa setelah adam apakah bisa dipandang sebagai revisi-metamorfosis adam.Atau justru hawa bernilai B sedangkan adam bernilai A.

Leave a Reply