senggama dosa
Sisa letih kusenggama dosa malam
Entahlah…Ssshhh…Arghhh… Belenggu keambiguan yang tak pernah tercerna otakku Mencengkram makin kuat saat logikaku semakin kuat meronta Tak peduli seberapa kuat rontaan itu mencoba uraikan keruwetan sang waktu yang congkak Jiwa keringku meronta mengapai-gapai berlalunya sang waktu yang anggun Memandang kosong di tiap ayunan pendulum Termangu menunggu kembalinya sang surya ke peraduan di kaki lazuardi Tersayat sayat jarum jam di tiap detaknya Menyerpihkan kerapuhan dalam debu berterbangan Kembali syaraf otakku tercekat mengejang Masih termangu ditinggal kelebatan sayap sang waktu yang pecahkan kaca jendela hari Menggenggam kosong kehampaan yang sunyi Taburan waktu menghambur iringi kepergianmu Hunjamkan berbilah kenangan tanpa mampu kuelakkan koyakku menjadi sayatan terkeping Tinggalkan goresan dalam ingatan berbalut sang waktu Tetes demi tetes kesan lumuri dahaganya jiwa Berpercik percik kenangan baluri sekujur hati Biarkan sanubari terkulai lumpuh Mencengkeram makin kuat rontaan egoku Yang meraung dalam gelinjangan mencoba lepas dari belenggumu Anganku mencoba rasukimu melompat ke saat sang badai hempaskan kita Tenggelamku dalam relung kekosongan Tersekap pekat gulita tanpa cahayamu mampu terangiku Bahkan saat kuterdampar berbalut pasir dan garam Mengakutkan luka kronisku yang makin menganga Mencandu lembut kasih sayangmu pengobat laraku yang pernah kokohkan bahuku tegarkan langkahku Ouch…neuronku pun meledak Blarrr… sisakan kelam nan kian mkat