Archive for October, 2007

silence

October 20, 2007

silence

kusapa kesunyian yang diam termenung. dalam bahasa tanpa kata kita bicara. memerah mata mata mata mata kita. kepak sayap sang tanya berdengung mengitari benak kita. berputar kadang di benakmu hinggap lalu melompat bertengger di benakku. mendidih terkelupas lalu meleleh. tak kurasa lelehan ini , tak kau rasa lelehan itu. matamu mengatakan ada lelehan di mataku, mataku mengatakan hal yang sama.

menggembung bergunung rasa tak terbendung. robek koyak tersayat perih menganga rongga di dadaku, selebar sayatan di dadamu. bilah-bilah prasangka terlepas dari busur ketidak mengertian. bilah itu menancapiku sebanyak yang tertancap padamu. setiap gumpalan nafas terhisap, bilah itu mencengkeram makin kuat erat lekat . detak denyut nadi mengetuk ngetuk, kurasa detak gemertak nadimu di nadiku sekuat yang kau rasa di nadimu olehku. aku meluruh dalam kamu, kamu menjadi aku.

benakku buta tak kulihat ada kamu tidak pula ada aku. tak terdengar desah lirih sunyimu pun sunyiku. kugapai kekosonganmu pergi bersama kekosonganku.

sekelebat terlihat sosok samar, sayup terdengar sunyi keheningan meriuh dalam diam, tergenggam sebuah onggokan yang tak dikenali…aku atau kamu… kamu atau aku… ketika ku lihat mataku menatapku heran dari matamu yang kulihat sebagai mataku dalam pandangan matamu. telingamu mendengar suaramu yang keluar dari mulutku yang bungkam atau kudengar suaraku dibalik bibirmu yang terkatup dan lidahmu yg tak bergetar. semakin samar pudar kamu dalam aku.

mendidih bergolak meleleh otak merembes dari mata telinga lidah hidung bahkan di setiap pori-pori. sebuah kilatan silaukan mata. keriuhan dalam telinga. gemuruh getar bibirmu. rasa menyumbat pori. hingga sunyi terdiam. hening. sebuah keheningan sunyi terdiam. menyampaikan sebuah pesan. bukan tuk dipahami. lebih tuk dinikmati. mengalir sisakan endapan makna dan kan terus mengalir lalu mengalir biarkan aliran itu mengalir dan terus mengalir
mengalir lagi tanpa akhir…